image

DPRD Kabupaten (PPU) Merevisi Raperda Perlindungan Anak

“Raperda perlindungan anak yatim dan anak yatim piatu,akan di revisi secara global menjadi raperda perlindungan anak terlantar”

Penajam- Rombongan DPRD Kabupaten (PPU) saat ini bekerja keras menyelesaikan raperda inisiatifnya menjadi perda,Jumat (26/7/2019) di Direktorat Perlindungan Anak Kementerian RI Jakarta.                                                                 Ketua Pansus II DPRD Penajam Paser Utara Wakidi mengatakan rapat konsultasi itu,”kebijakan nasional permasalahan-permasalahan anak yatim di Kabupaten,bervariasi seperti sudah tidak mempunyai orang tua terus dititipkan lg ke keluarga sang anak,yang juga serbah kekurangan,nah bantuan-bantuan yang seperti ini kami harus dapat solusinya,kalau kasus-kasus anak sudah ada yang menangani malasah itu,terang dia.                                                             Kementerian Sosial RI menaggapi masalah perlindungan anak kepada DPRD Kab.(PPU) menyebut,” terkait dengan permasalahan anak hampir disetiap Kabupaten dan Kota mempunyai masalah terkait dengan anak dengan diberlakukannya UUD 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,kami dipusat khususnya di Kementerian Sosial  tidak lepas dari tanggaung jawab,bukan berarti kami di Kementerian Sosial,lepas dari tanggung jawabnya,akan tetapi merujuk kepada peraturan UUD 23 Tahun 2014,kami di Kementerian Kemaren mendapatkan bantuan sekitar seratus ribu anak tahun ini 2019 walaupun banyak sekali perubahan mekanisme,karena bantuan apapun sekarang ini harus masuk datanya di BDT (basis data terpadu termasuk yang di panti juga sudah termasuk panti di Kabupaten (PPU) dan anak-anak yang ada di BDT tidak bisa di cairkan,kalau LKSA di daerah tidak input data di sistem NJI MKS anak semua harus masuk BDT SIP NJI PMKS anak,jelasnya(Publksi-Jmd)