image

10 Hektare Lahan Pertanian Terdampak Banjir

Petani Terancam Gagal Panen, DesakNormaliasi Sungai Sesulu

PROKAL.CO, PENAJAM   -   Seluas 10 hektare lahan pertanian dan perkebunan di Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terendam banjir. Tanaman padi dan palawija milik warga pun terancam mati karena sudah tiga hari berturut-turut terendam banjir.

 Kasubid Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU Nurlaila mengatakan, ketinggian banjir yang melanda ladang sawah dan kebun palawija milik warga mencapai 40-50 sentimeter.

 Tingginya curah hujan dan air pasang laut menjadi pemicu utama banjir di daerah tersebut. Selain lahan pertanian dan perkebunan, ada empat rumah yang dihuni empat kepala keluarga  (KK) di RT 22, Kelurahan Waru, Kecamatan Waru terdampak banjir.

“Rumah warga yang terdampak hanya sedikit. Tapi lahan pertanian yang terdampak mencapai 10 hektare di wilayah Kelurahan Waru dan Desa Sesulu,” kata Nurlaila pada media ini, kemarin (24/1).

 Tim BPBD telah melakukan pemantauan di lokasi banjir, Nurlaila mengungkapkan, penyebab lain yang memperlambat banjir surut, karena parit tersumbat dan Sungai Sesulu mengalami pendangkalan. Sehingga tidak mampu menampung debit air dan ditunjang air pasang laut. Karena beberapa hari terakhir ini, gelombang laut cukup tinggi mencapai 2 meter.

 Untuk mengatasi banjir tersebut, diperlukan normaliasi Sungai Sesulu. “Memang diperlukan normaliasasi sungai. Karena banyak gulma yang menghambat aliran air,” terangnya.

Nurlaila menyatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan UPT PU Kecamatan Waru untuk melakukan normalisasi Sungai Sesulu. Namun, terlebih dahulu dilakukan pengecekan dilapangan untuk memastikan berapa panjang aliran sungai yang perlu dinormalisasi. “Besok pagi (hari ini, Red.) tidak akan melakukan pengecekan aliran sungai bersama UPT PU Kecamatan Waru,” pungkasnya. (kad/rus)